“Menjadi Pemilih yang Cerdas”

Paroki Sragen (LENTERA) – Pandangan salah yang mengatakan bahwa politik adalah hal kotor dan telah menjadi bagian kerja Pemerintah serta elit politik saja perlu segera diklarifikasi, sekaligus juga mengajak umat katolik untuk terlibat aktif dalam kegiatan politik di Indonesia, hal ini terungkap dalam acara Wedangan Patimura 2, Minggu (29/3) bertempat di Aula SMP Saverius Sragen yang mengambil tema: “Cerdas Memilih dalam Pemilu 2009” dengan narasumber Bp. A. Kosasih (Tim Kerja Karya Kerasulan Kemasyarakatan Dewan Paroki Sragen). Acara ini dihadiri ± 100 orang yang dengan tekun menyimak sosialisasi bagaimana cara memilih yang benar dalam Pemilu yang akan datang.
Dikatakan bahwa Gereja juga memiliki kewajiban untuk aktif dalam kegiatan Politik karena memang hal itu sudah menjadi harapan Gereja. Berpolitik adalah menciptakan kesejahteraan umum bagi seluruh umat manusia. Pemilu bertujuan membangun otoritas Politik yang artinya harus menata komunitas kehidupan yang benar. Pemilu legistasif akan dilaksanakan tanggal 9 April 2009, Pemilu Capres & Cawapres dilaksanakan tanggal 8 Juli 2009 dan jika terjadi putaran kedua akan dilaksanakan tanggal 8 September 2009.
Pemilu kali ini diikuti oleh 44 Peserta Pemilu. Keprihatinan terjadi ketika justru antar caleg itu terjadi saling “sikut” sehingga mengakibatkan konflik individu bahkan antar kelompok parpol dan masyarakat yang memiliki kepentingan. Informasi soal Pemilu sangat terbatas sehingga menjadikan masyarakat kurang memahami tentang pemilu dan teknis pelaksanaannya. Yang menjadi fenomena baru adalah semakin banyak orang tertarik untuk menjadi anggota parlemen.
Lalu bagaimana sikap kita? Yakni dengan mempertimbangkan pilihan yang meliputi sikap individu dan/atau kolektif . Parpol besar diprediksi dapat mengusung langsung dalam Pemilu adalah. Pemilu, Gereja dan umat memiliki hubungan yang saling berkait. Sinergi tersebut berupa gerakan pencerdasan politik umat sebagai WNI yang mandiri dan bertanggung jawab. Peran Gereja adalah merupakan sumber pembelajaran politik (Pemilu) umat. Dalam memilih kita perlu mengenali calon pemimpin bangsa, mengetahui kemampuan dan kepentingan para calon pemimpin, mengkritisi para calon pemimpin.
Yang akan dipilih dalam Pemilu 9 April dan 8 Juli 2009 adalah : anggota DPRD Kabupaten/kota 15.750 kursi , Propinsi 1.998 kursi, DPR pusat 560 kursi dan DPD 132 kursi, total jumlah kursi yang diperebutkan 18.440
Pesan yang disampaikan bagi warga adalah: Jangan GOLPUT, arahkan pemilih pemula dan tradisional untuk menggunakan hak pilihnya. Awasi proses Pemilu, jadilah pemilih yang cerdas dan bijak.
Acara wedangan ini semakin malam, semakin menarik apalagi peserta yang hadir juga bertambah. Setelah narasumber menampaikan materi dilontarkan forum diskusi dan tanya- jawab tentang tema yang diangkat Wedangan kali ini yakni seputar Pemilu. Ternyata peserta yang hadir sangat bersemangat dan antusias dalam melontarkan pendapat, sharing dan tanya jawab, sehingga terjadi suasana dialog interaktif yang sangat bermanfaat bagi peserta yang hadir untuk cerdas berpikir dan membuka wawasan. (dn)
Belum ada komentar.






























































