Wedangan Patimura 2

Berpikir Cerdas & Membuka Wawasan

“MENGENAL KEPRIBADIANKU & CARA BELAJARKU EFEKTIF”

Paroki  Sragen (LENTERA) – Wedangan Patimura 2 edisi Februari 2010 dilaksanakan Sabtu (30/1) bertempat di Auditorium RSPD Sragen. Kali ini tema yang diambil adalah :”Mengenal Kepribadianku dan Cara Belajarku Yang Efektif.”.Narasumber : Sdr. Benediktus Fajar Riadi Dwi Sasongko, S.Psi (GENIUS HRD CENTRE, Taman Sari). Kali ini Tim Wedangan Pattimura 2  bekerjasama dengan Tim Kerja Karya Kerasulan Kemasyarakatan dan Tim Kerja Pendidikan Dewan Paroki Sragen bersama mempersiapkan anak-anak sekolah meng­hadapi Ujian Nasional secara optimal sekaligus mempersiapkan anak-anak tetap hidup dalam berkat Allah.

Tema ini memang diangkat sebagai bekal motivasi bagi para siswa SMP, SMA /SMK (khususnya kelas 3).  Acara ini dihadiri oleh para pelajar, bapak ibu yang ingin mengetahui bagaimana cara belajar yang efektif  sebagai persiapan menghadapi ujian. Seperti diketahui bersama bahwa Ujian Nasional akan dilaksanakan oleh seluruh sekolah di Indonesia dan ini seringkali menjadi momok menakutkan karena sikap mental yang negatif dari sebagian besar siswa, padahal semua siswa pasti sudah menerima materi ujian secara maksimal. Karena itu diperlukan strategi yang jitu dan mental yang baik dalam mempersiapkan diri menghadapi ujian.

Dalam acara ini terungkap, bahwa kebanyakan siswa (khususnya kelas 3) sangat terbebani. Berbagai persiapan telah dilakukan agar ujiannya selesai. Setelah belajar di sekolah, mereka mengikuti pengayaan, tambahan belajar, bimbingan belajar, les privat dan malamnya juga belajar di rumah. Praktis waktu benar-benar terfosir untuk belajar. Hal ini malah membuat mereka semakin terbebani baik secara psikologis dan fisik. Ada juga yang saat ujian belajar sampai larut malam, dan esoknya tenaga dan pikiran mereka sudah berkurang. Maka diperlukan cara belajar yang efektif.

Sdr. Fajar, narasumber utama mengatakan perlu diatur cara belajar yang tepat sehingga tenaga danpikiran tidak terfosir. Kunci sukses berhasil adalah saat menghadapi ujian adalah pikiran dan fisik fresh. Pada kesempatan itu peserta diajak relaksasi dengan permainan yang memotivasi mereka.

Yang menjadi penjara mental para siswa adalah mitos-mitos penghambat kemajuan/prestasi seseorang bahwa keberhasilan ditentukan oleh: Keturunan, Pendidikan, Hoki/Keberuntungan, Nasib/ Takdir, Shio/Zodiak, Jenis Kelamin, Sukses hanya untuk orang tertentu, Hari lahir/jam lahir, Usia, Tidak punya modal/talenta/ karunia, Kesehatan/fisik tidak mendukung.

Kita harus mengenal cara kerja pikiran. Ada berita baik dan buruk bagi kita siswa tentang pikiran kita. Berita baik : kita semua dianugerahi sebagai makhluk yang memiliki kemampuan berpikir yang luar biasa, kita mampu berpikir mengenai pikiran kita sendiri. Berita buruknya : jarang sekali yang mau repot menggunakan kemampuan berpikirnya untuk berpikir tentang pikiran­nya, kebanyakan “apa adanya”, bergantung pada “program mental” yang menjalankan dirinya.

Perlunya Evaluasi Diri. Pertanyaan-pertanyaan ini penting untuk segera ditemukan jawabannya sebelum menempuh Ujian Nasional (UN) :Siapakah saya? Bagaimana saya dapat menjadi diri saya sekarang?Mengapa saya berpikir, berperilaku dan merasakan dengan cara yang saya lakukan saat ini? Dari manakah asal pikiran yang ada dalam pikiran saya? Dapatkah saya berubah jadi cerdas dan jadi lebih baik lagi? Dan bagaimana saya mewujudkannya?

“Otak manusia terdiri atas 100 miliar sel otak aktif dan 900 miliar sel otak pendukung, jumlahnya setara dengan 167 kali jumlah penduduk bumi. Setiap sel otak dapat terkoneksi dengan satu hingga 20.000 sel lainnya”. Cara kerja Otak sama dengan cara kerja Komputer. Berita Baik : Kita dapat secara sadar meng-uninstall program yang menghambat kinerja komputer mental dan meng-install program baru yang mendukung keberhasilan kita. Berita buruk : banyak orang/siswa yang tidak sadar akan hal ini dan bahkan dari hasil penelitian diperoleh data bahwa 77% dari program yang kita miliki adalah program yang salah, yang terinfeksi virus pikiran, dan program ini bekerja melawan diri kita, menghambat kita untuk berhasil dan tingkat kesalahan mencapai 90%-95%.

“Dari hasil Penelitian juga banyak ditemukan, didunia ini banyak orang sangat takut untuk SUKSES atau BERHASIL” Hal lain yang perlu kita ketahui adalah bahwa pikiran kita dalam kondisi normal tidak dapat fokus hanya pada satu hal secara terus menerus. Pikiran datang dan pergi, apabilan satu bentuk pikiran masuk kedaerah fokus kita, kita akan tau dan sadar akan keberadaan pikiran itu. Berita baik : kita dapat secara sadar mengarahkan pikiran kita dengan mengarahkan fokus kita. Berita buruk : banyak orang tidak sadar dengan kemampuan ini dan mereka hidup tanpa pernah mengendalikan pikiran mereka jadi hanya berdasarkan aksi dan reaksi.

Kondisi normal adalah kondisi kita apa adanya dan yang diluar normal adalah saat kita melatih diri untuk memusatkan perhatian hanya pada satu objek atau pikiran . Artinya jika dilatih secara sungguh-sungguh pikiran kita akan mampu memegang/memikirkan hanya satu pikiran atau objek dalam suatu saat. Hukum Pikiran berbunyi :“Anda akan mendapatkan aksi atau respon dari pikiran bawah sadar anda sesuai dengan pikiran atau ide yang ada dipikiran sadar anda. Pikiran bawah sadar akan melakukan semua hal yang dibutuhkan untuk dapat mewujudkan apapun perintah yang masuk kedalamnya”. Pikiran bawah sadar tidak akan pernah tau apakah sesuatu itu baik atau buruk, benar atau salah, realitas atau sekedar khayalan. Pikiran sadar disebut juga Pikiran Objektif karena selalu bekerja dengan hal-hal yang terjadi diluar tubuh. Pikiran sadar selalu menggunakan kelima panca indera untuk menerima masukkan dari luar diri kita. Fungsi utama pikiran objektif adalah untuk berpikir logis. Pikiran bawah sadar bekerja berdasarkan intuisi dan akan berfungsi maksimal jika pikiran sadar berhenti bekerja atau dalam keadaan setengah sadar atau tertidur. Pikiran bawah sadar tidak pernah istirahat dan selalu bekerja.

Para pakar dibidang pikiran mengatakan bahwa dalam kondisi normal, peran pikiran sadar dalam mengendalikan semua perilaku manusia adalah hanya sebesar 12% sedangkan pikiran bawah sadar adalah sebesar 88%. Secara singkat dapat digambarkan peran Pikiran sadar adalah : Mengidentifikasi informasi yang masuk; Membandingkan. Menganalisis dan Memutus­kan. Apa yang membuat kejadian atau pengalaman itu positif atau negatif, baik atau buruk adalah arti yang diberikan oleh pikiran sadar kita terhadap kejadian itu. Pikiran Sadar: Pikiran kepala – berpikir. Pikiran bawah sadar: Pikiran hati nurani – merasakan. Pikiran bawah sadar sangat rentan dengan pengaruh atau saran orang lain. Pikiran bawah sadar hanya bisa menerima informasi atau petunjuk yang dikirim oleh pikiran sadar.

“Programlah pikiran bawah sadar anda dengan pikiran dan gagasan yang positif yang menjadikan anda adalah pribadi yang lebih optimal dan positif”  Proses pemrograman paling efektif terjadi pada usia 0-7 tahun (periode taman), apapun yang dikatakan kepada kita pada tahun itu pasti kita terima sepenuhnya, entah itu benar atau salah sehingga masuk ke pikiran bawah sadar dan menjadi program, karena pada usia itu kita belum punya filter untuk memblok hal-hal negatif yang merugikan kita dan belum punya cukup referensi untuk dijadikan pembanding. Contoh kecil :Orang tua atau guru yang berkata negatif pada anaknya/muridnya “kamu gagal. Kamu bodoh dan tidak bisa apa-apa. Ini tidak ada gunanya. Kamu selalu tidak bisa mengeja dengan benar. Awas, kamu pasti akan gagal, tidak ada gunanya kamu berusaha lebih keras

Prestasi Akademik menentukan Konsep Diri. Level Konsep Diri mem­pengaruhi level keberhasilan Akademik. Konsep Diri dan Prestasi Akademik saling mempengaruhi dan saling menentukan. Terdapat Variabel lain yang dapt mempengaruhi konsep diri dan prestasi akademik

Hal-hal yang perlu kita ketahui tentang kepercayaan adalah : Kepercayaan adalah segala sesuatu yang kita yakini benar. Kepercayaan adalah selalu benar menurut kita. Kepercayaan dapat mendukung dan menghambat. Tidak ada kepercayaan yang baik atau buruk, tetapi yang mendukung atau menghambat kemajuan diri kita. Kepercayaan adalah sesuatu yang dipelajari. Dengan demikian kita dapat membuang kepercayaan yang merugikan diri kita dan menggantinya dengan yang baru.(dn)

Iklan

Juni 14, 2010 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: